Lewati ke isi halaman
Beberapa santriwati berjalan menyusuri jalan kampung yang masih berkabut pada pagi hari di Megamendung

PPDB TP 2027/2028 24 tempat

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Ayah, Bunda — Anda tidak sedang melepas. Anda sedang menitipkan.

Konsultasi lewat WhatsApp

Ma'had tahfizh intensif khusus akhwat, usia 12–23 tahun. Megamendung, Bogor.

Gelombang I · September – Desember 2026 30 juz dalam dua tahun · pendampingan hingga mutqin

Lingkungan

Satu tempat untuk bertumbuh bersama Al-Qur'an

Lembah dan perbukitan hijau di sekitar ma'had di Megamendung, Bogor

Imtiaz Putri adalah cabang Islamic Center Wadi Mubarak di Megamendung, Bogor. Yang ditawarkan bukan gedung, melainkan sebuah ritme: udara dingin sebelum fajar, suara murajaah yang saling menyahut dari sudut-sudut ma'had, dan hari yang disusun rapi sehingga tidak ada waktu yang hilang tanpa disadari.

Di sini putri Anda tidak menghafal sendirian. Ia bertumbuh di antara sesama santriwati yang sedang berjalan ke arah yang sama, di bawah pengawasan ustadzah yang mengenali suaranya, mengetahui halaman mana yang masih goyah, dan tahu kapan ia sedang lelah.

Khusus akhwat

Seluruh lingkungan, pengasuhan, dan kegiatan disiapkan untuk santriwati usia 12–23 tahun. Tidak ada percampuran dalam keseharian.

Kelompok kecil

Kuota 24 santriwati per angkatan. Jumlah yang sengaja dijaga agar setiap orang benar-benar disimak, bukan sekadar terdaftar.

Jauh dari bising

Kawasan Megamendung memberi apa yang sulit didapat di kota: keheningan yang cukup panjang untuk mengulang satu halaman sampai benar.

Cara kami menghafal

Bukan hanya mengejar selesai

Menyelesaikan 30 juz adalah satu hal; menjaganya adalah hal lain yang jauh lebih panjang. Karena itu target dua tahun di Imtiaz Putri selalu berjalan berdampingan dengan murajaah harian dan pendampingan agar hafalan menjadi mutqin — bukan hanya pernah sampai, tetapi benar-benar melekat.

Bagi yang belum tuntas dalam dua tahun, tahun ketiga tersedia sebagai ruang lanjutan. Tidak ada yang ditinggalkan hanya karena ritmenya berbeda.

Ziyadah yang terukur

Hafalan baru disetorkan setiap hari dalam porsi yang dijaga, agar tidak menumpuk melebihi kemampuan santriwati menahannya.

Murajaah tanpa jeda

Mengulang yang sudah dihafal mendapat porsi waktu tersendiri setiap hari, bukan sisa waktu setelah menambah.

Adab lebih dahulu

Cara duduk, cara memegang mushaf, cara berbicara kepada ustadzah dan kepada teman — semua dibiasakan bersamaan dengan hafalan.

Pendampingan personal

Setiap santriwati disimak langsung. Bacaan yang keliru diperbaiki hari itu, sebelum kekeliruan tersebut ikut terhafal.

0 juz target dua tahun

Tiga puluh garis di bawah ini adalah tiga puluh juz. Setiap satu ditempuh dengan setoran harian, disimak, lalu diulang berkali-kali sampai tidak lagi perlu dibuka.

Juz 1Juz 15Juz 30

Ritme keseharian

Dari sebelum fajar sampai lampu terakhir dimatikan

Sebelum fajar

Bangun ketika dunia masih diam

Hari dimulai sebelum azan subuh, dengan qiyam dan persiapan. Jam-jam ini yang paling jernih untuk mengulang, dan santriwati belajar menggunakannya.

Pagi

Halaqah dan setoran ziyadah

Setelah subuh, santriwati duduk berhadapan dengan ustadzahnya dan menyetorkan hafalan baru. Bacaan disimak huruf demi huruf, tidak dilewatkan.

Siang

Tahsin, adab, dan istirahat

Waktu untuk memperbaiki bacaan, belajar adab penuntut ilmu, makan bersama, dan cukup beristirahat agar sore masih ada tenaga.

Sore

Murajaah bersama

Yang sudah dihafal diulang berpasangan dan dalam kelompok kecil. Di sinilah hafalan diuji: apakah masih lancar tanpa membuka mushaf.

Malam

Muhafazhah, lalu tidur cukup

Setelah maghrib dan isya, santriwati menyiapkan hafalan untuk esok hari. Malam ditutup lebih awal, karena besok dimulai sebelum fajar lagi.

Ini gambaran ritmenya, bukan jadwal resmi. Rincian jam dan kegiatan dapat berbeda menyesuaikan program dan angkatan — silakan tanyakan langsung ketika berkonsultasi.

Diceritakan sendiri

Dua santriwati, dua jalan yang jauh, satu mushaf yang sama

Keduanya datang dari luar Indonesia dan memilih tinggal di Megamendung. Silakan dengar sendiri — video diputar hanya ketika Anda menekannya.

Marina Ang

PRANCIS ·

10 juz, dengan predikat mumtaz.

"Ananda sebelumnya belajar kepada para syaikhah di Mesir dan Haramain secara online, hingga direkomendasikan oleh gurunya ke Wadi Mubarak. Ananda cuti satu semester kuliah dan belajar Bahasa Arab demi bisa belajar di sini — dan bersyukur menemukan lingkungan yang begitu akrab dengan Al-Qur'an."

Nath Pilliy

KAMBOJA ·

8 juz dalam delapan bulan, dengan predikat mumtaz.

"Perjalanan ananda menuju Islam tidak mudah. Alhamdulillah, dalam 8 bulan di Ma'had, ananda meraih 8 juz dengan nilai Mumtaz — ananda berterima kasih kepada ustadzah dan musyrifah yang membimbing dengan sabar."

Ditayangkan dengan izin santriwati dan walinya.

Kehidupan di ma'had

Hari-hari biasa yang membentuk dua tahun

Santriwati duduk melingkar di atas lantai sambil membaca mushaf pada kegiatan halaqah
Halaqah pagi. Duduk melingkar, mushaf terbuka, satu per satu menyetorkan hafalan.
Seorang ustadzah menyimak bacaan santriwati dari dekat di meja kecil
Disimak dari dekat, bukan dari jauh.
Santriwati berbaris duduk di meja-meja kecil dengan mushaf di hadapan masing-masing
Setiap orang punya mejanya sendiri.
Santriwati menulis huruf Arab di papan tulis di ruang belajar
Menulis ulang apa yang sudah dihafal.
Suasana kegiatan, tanpa suara.
Santriwati berkumpul di bangunan joglo ma'had pada malam hari
Malam di joglo, sebelum hafalan esok disiapkan.
Santriwati berjalan menyusuri jalan menuju kegiatan pagi di tengah kabut
Jalan yang sama, ditempuh setiap pagi.

Proses PPDB TP 2027/2028

Tiga langkah, dimulai dari sebuah percakapan

Langkah pertama

Konsultasi

Hubungi kami lewat WhatsApp. Ceritakan kondisi putri Anda apa adanya — usianya, bacaannya, kesiapannya. Kami akan menjawab dengan jujur, termasuk jika menurut kami waktunya belum tepat.

Langkah kedua

Formulir & seleksi

Setelah berkonsultasi, Anda akan diarahkan mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi dokumen. Calon santriwati kemudian mengikuti tahap seleksi yang dijadwalkan panitia.

Langkah ketiga

Persiapan keberangkatan

Bagi yang diterima, kami sampaikan ketentuan pakaian dan perlengkapan, serta hal-hal yang perlu disiapkan sebelum hari keberangkatan ke Megamendung.

Persyaratan calon santriwati

Bila ada butir yang belum Anda pahami, tanyakan saja saat berkonsultasi.

Gelombang ISeptember – Desember 2026
Gelombang IIJanuari – Februari 2027
Gelombang IIIDibuka jika kuota belum tuntas
  • Akhwat Muslimah, usia 12–23 tahun
  • Sudah lancar membaca Al-Qur'an
  • Sehat jasmani & rohani, bebas narkoba dan tidak merokok
  • Tidak terlibat perbuatan melanggar hukum
  • Menyampaikan dokumen yang benar & sah
  • Mendapat izin dan restu orang tua

Berkas untuk diunduh

Pelajari dulu bersama keluarga

Dua berkas ini bebas diunduh dan dibagikan kepada siapa pun yang perlu mengetahui program ini.

Yang sering ditanyakan

Tiga hal yang paling sering menjadi keraguan

Apakah anak saya harus sudah punya hafalan sebelum masuk?

Tidak perlu. Justru di ma'had inilah ia akan belajar dan mulai menghafal dari awal. Yang kami perlukan adalah bacaan Al-Qur'annya sudah lancar, dan niatnya sudah bulat.

Bagaimana jika ia belum pernah mondok sama sekali?

Banyak santriwati lain juga belum pernah. Tahun pertama justru menjadi kesempatan belajar hidup mandiri, dan pengurus siap membantu proses adaptasinya — dari urusan sekecil mengatur pakaian sampai membiasakan bangun sebelum fajar.

Apakah pendidikan formalnya tetap berjalan?

Ya. Ijazah formal dapat dibantu diuruskan oleh pondok, sehingga santriwati tetap memiliki dokumen pendidikan yang diperlukan sambil fokus pada tahfizhnya. Rinciannya kami jelaskan saat konsultasi.

Dua santriwati berjalan berdampingan di jalan menuju ma'had pada pagi yang terang

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

"Dan katakanlah: Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." — Thaha: 114

Jika hati Anda sudah mengarah ke sini, mulailah dengan bertanya.

Konsultasi lewat WhatsApp 24 tempat untuk TP 2027/2028
Konsultasi PPDB